Sak Corotan Dadi Seduluran”, Dandim 0825 Banyuwangi Hadiri Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir di Desa Kemiren

BANYUWANGI — Aroma kopi semerbak menyelimuti udara Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu malam (8/11/2025). Ribuan warga tumpah ruah di jalan utama desa adat tersebut untuk mengikuti Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir yang mengusung tema “Sak Corotan Dadi Seduluran” atau “Satu Seduhan Jadi Persaudaraan”.

 

Kegiatan budaya yang diikuti sekitar 1.000 peserta ini menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti masyarakat Kemiren. Acara berlangsung mulai pukul 19.50 WIB hingga selesai, dengan Kepala Desa Kemiren, Moh. Arifin, sebagai penanggung jawab kegiatan.

 

Festival turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi, antara lain Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, dan Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., serta perwakilan Danlanal Banyuwangi Kapten Laut (P) Akdi Hidayat.

 

Kehadiran Dandim 0825/Banyuwangi menjadi perhatian masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata kemanunggalan dan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

 

> “TNI selalu siap mendukung kegiatan positif masyarakat, termasuk pelestarian budaya dan pengembangan potensi daerah seperti kopi dan pariwisata di Desa Kemiren,” ujar Dandim.

 

 

 

Turut hadir pula anggota DPR RI Dina Lorenza, Sekretaris Daerah Banyuwangi Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M., perwakilan Bank Indonesia Bpk. Suma Mardian, pejabat SKPD Banyuwangi, Forpimka Kecamatan Glagah, para Kepala Desa se-Kecamatan Glagah, tokoh adat Suhaimi, serta masyarakat adat Osing Desa Kemiren.

 

Acara diawali dengan santunan anak yatim oleh Bupati Banyuwangi bersama Forkopimda, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan tarian tradisional Jodoh Menur sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Osing.

 

Suasana menjadi khidmat saat doa bersama dipimpin oleh Ketua Adat Suhaimi, diikuti laporan Kepala Desa Moh. Arifin tentang pelaksanaan kegiatan. Dalam kesempatan itu, Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan pengembangan pariwisata kepada Desa Kemiren, disambut antusias masyarakat setempat.

 

Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga tradisi dan menjadikan kopi sebagai kebanggaan Banyuwangi di mata dunia.

 

> “Banyuwangi punya potensi luar biasa. Setiap hari kita ekspor 100 ton kopi dari Kalibaru. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa memperkuat branding kopi Banyuwangi agar dikenal secara global,” ujarnya.

 

 

 

Puncak kegiatan ditandai dengan seruput kopi bersama secara simbolik oleh Forkopimda, termasuk Dandim 0825/Banyuwangi, yang disambut riuh tepuk tangan warga. Setelah itu, rombongan Forkopimda meninjau pelaku UMKM dan warung kopi rakyat di sepanjang jalan Desa Kemiren.

 

Festival ditutup dengan hiburan tradisional Osing yang menampilkan musik, tari, dan seni khas masyarakat Kemiren. Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap tertib, aman, dan kondusif berkat sinergi antara aparat TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

 

> “Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang kopi, tetapi juga mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan rakyat,” tutur Dandim Letkol Arm Tryadi Indrawijaya usai acara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *